Part 1
Sungguh random dalam menjalani kehidupan yang tanpa arahan dan tujuan. Seperti hidupku saat ada di penghujung semester saat kuliah. Mungkin aku tidak sendiri dalam keadaan tanpa arah dan tujuan masih banyak teman-temanku yang mengalami hal yang sama. Akan tetapi tidak semua mau open minded apa yang dirasakannya. Padahal sebenarnya enggak ada salahnya kalau kita jujur pada diri sendiri dan Tuhan. Namun, hal yang menjadi kendala adalah bagaimana cara memulai untuk ngomong pada diri sendiri kalau sekarang kita sedang di suatu kondisi yang tidak nyaman dan kebingungan. Hingga akhirnya kita mejadi seorang introvert karena sibuk mencari solusi untuk keadaan tersebut. Menjadi seorang introvert bagiku bukan hal yang buruk karena artinya kita selalu menikmati dan respek terhadap apa yang dirasakan. Aku selalu berusaha mencari dan mencari kehidupan seperti apa yang membuat aku happy dan bener-bener merasakan wah ini hidup yang aku impikan selama ini. Hidup yang aku impikan bukanlah yang harus bergelimang harta tetapi cukup untuk segala hal yang aku inginkan dan aku bisa merasakan kebebasan hidup yang sejati tanpa pusing memikirkan kerja. Aku hanya ingin memikirkan tentang mewujudkan dan mengembangkan mimpiku menjadi seorang penulis, content creator dan pengusaha. Akan tetapi aku bingung harus memulai darimana. Semakin hari pikiranku selalu mendorongku dan menekan aku untuk segera action untuk mewujudkan mimpi tersebut. Hingga akhirnya aku mulai dari tulisan ini untuk menguraikan apa yang ada dipikiranku. Dengan harapan semakin sering menguntai pikiran lewat kata-kata akan semakin terbiasa otak aku untuk menuangkan ide yang semakin bagus. Karena aku yakin Tuhan akan membimbingku mewujudkan mimpi-mimpiku tersebut.
Pertama-tama aku mau mengucapkan syukur dan terima kasih kepada Tuhan yang sudah sangat baik banget sudah memimbing dan mengarahkan hidupku hingga sejauh ini. Mulai dari skripsian, sidang skripsi dan ingin kerja di Jakarta, hingga memiliki partner hidup yang sejalan dan support. One by one semua terwujud bulan april 2017 aku sidang skripsi, bulan agustus wisuda dan 2 bulan menikmati sebagai job seeker. Tuhan maha baik, november daat panggilan kerja sebagai admin di sebuah toko ATK. Ketika pekerjaan aku nikmati selama kurang lebih 3 bulan ternyata passionku enggak disitu bukan berarti aku enggak bisa menjalani job tersebut tetapi dalam menjalani seperti enggak ada ruh 100% dalam menjalaninya. Pada akhirnya, aku memutuskan untuk keluar dan menjalani freelance privat, menjaga toko buah. Disitu, aku mulai ikhlas dan menjalani apa yang ada di depan mata. Disitulah Tuhan yang maha baik menjawab doaku bekerja di Jakarta lewat job fair kampus. Kemudian aku apply dan interview langsung akhirnya diterima. Awal mei 2018 aku mulai berangkat ke Jakarta. Waktu berjalan sudah hampir 2 tahun hingga corona virus melanda aku out dari tempat kerja tersebut. Tidak lepas dari Maha Baiknya Tuhan, Aku dapat kerjaan lagi dan siap memulai dengan semangat. Itulah sekilas perjalanan hidupku yang penuh dengan perjuangan, adaptasi, dan pembelajaran yang sangat bermakna bertemu dengan teman-teman yang dari berbagai daerah yang sangat membantuku untuk menemukan arah dan tujuan hidupku. Dari situ aku belajar dan yakin bahwa Tuhan selalu mendengar doa hamba-Nya dan tidak pernah tidak dikabulkan hanya waktu yang akan menjawabnya sampai kita tahu bahwa Tuhan sayang sama kita.
Perjalanan menemuan partner hidup pun tidak lepas dari campur tangan Tuhan yang Maha Baiknya, nantikan di untaian kata selanjutnyaa. Untuk inspirasi yang lebh menginsprasi lagi dalam proses menemukan diri sendiri dan kehidupan yang sejati.... Terima kasih sudah membaca sampai habis semoga mendapatkan hikmah yang bisa dipetik untuk kalian semua...(((
-------------Sekian--------------
Tidak ada komentar:
Posting Komentar